Hati merupakan bagian yang sangat sensitif dari tubuh kita,sensitif di sini dapat kita artikan bahwa hati sangat mudah untuk tergores.
Sakit hati yang sering kita alami dapat membuat kita menjadi tidak suka terhadap seseorang yang telah menyentuh hati kita,sentuhan tersebut dapat berupa ejekan,hinaan dll.
Sakit hati yang sering kita alami dapat membuat kita menjadi tidak suka terhadap seseorang yang telah menyentuh hati kita,sentuhan tersebut dapat berupa ejekan,hinaan dll.
Namun kita lupa, seorang manusia yang jatuh sakit adalah akibat fisiknya sakit atau hatinya (ruhaninya) sakit. Ingat, hakikat manusia adalah harmonisasi antara fisik dan hati (ruh). Jadi, bukan fisik saja yang bisa sakit. Tapi hati juga bisa sakit.
Ya. Karena kita terlalu sering melihat sakit adalah sakit fisik maka secara perlahan hati yang sakit tidak lagi pernah terpikirkan oleh kita.
Al-‘Arifbillah Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi pernah mengingatkan soal ini: “Jika seorang manusia juga memedulikan penyakit hati seperti penyakit badan, niscaya mereka akan mendapatkan tabib di hadapan mereka. Tetapi, sedikit sekali yang membahas masalah ini, karena mereka telah dikuasai nafsu dan akal”.
Seperti penyakit fisik yang bisa disembuhkan dengan obat, dokter dan perawatan di rumah sakit. Begitu juga dengan penyakit hati. Pasti ada obat, dokter dan cara menyembuhkannya.
Ingat juga pesan Kanjeng Nabi Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. “Ketahuilah, dalam tubuh kita terdapat segumpal daging. Bila segumpal daging itu baik, baiklah seluruh tubuh. Namun, bila segumpal daging itu rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Daging itu adalah hati kita” (HR.Bukhari dan Muslim)
Rosululloh sudah mengingatkan, bahwa penyakit yang sangat berbahaya bukanlah penyakit fisik, namun penyakit hati.
Dan ingat juga penyakit hati yang tak terobati lah yang sebagian besar menyebabkan manusia sakit fisik-nya.
Mari kita introspeksi kembali, seberapa besar upaya material dan non material yang sudah kita keluarkan agar hati kita tidak sakit? Apakah sebanding dengan upaya kita agar fisik kita tidak sakit?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar